Kupang- STIKES Nusantara Kupang memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk menggelar kegiatan sosial bertajuk Gerakan Qurban Peduli Gizi di Kota Kupang, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendukung penanganan stunting yang masih menjadi persoalan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.
Bekerja sama dengan Puskesmas Oesapa dan Puskesmas Oepoi, kegiatan difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak stunting serta ibu hamil.
Berbagai bantuan diberikan, mulai dari protein hewani, susu, hingga susu formula diet khusus atau PDK untuk anak dengan kebutuhan gizi tertentu.
Ketua STIKES Nusantara Kupang, Albert Yunander Tulle, S.Kep., M.M menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berbagi daging qurban.
Menurutnya, qurban harus dimaknai lebih luas sebagai upaya menghadirkan manfaat kesehatan bagi masyarakat.
“Tidak hanya berbagi, tetapi bagaimana masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Inti kegiatan ini adalah pemenuhan gizi bagi anak stunting,” kata Albert.
Ia menambahkan, STIKES Nusantara Kupang memiliki tanggung jawab moral sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di NTT yang memiliki Program Studi S1 Gizi.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kampus harus terlibat langsung dalam edukasi dan intervensi gizi di masyarakat.
Albert juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, kampus turut melibatkan dokter spesialis, dokter umum, dan ahli gizi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya asupan protein hewani, pola makan seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Ahli Gizi Puskesmas Oesapa, Yeni Haning, menyampaikan apresiasi atas inisiatif STIKES Nusantara Kupang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kupang.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak stunting dan ibu hamil yang membutuhkan tambahan asupan gizi,” ujar Yeni.
Ia menilai kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan harus terus diperkuat.Yeni juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum hari besar keagamaan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di Kota Kupang,” jelasnya.





